header-int

Kesantrian

Posted by : Administrator
Share

KESANTRIAN ( Ta’dib wat Tahdzib)

Lembaga Kesantrian adalah lembaga yang mengemban tugas mendampingi para santri mahasiswa dalam proses transformasi dan aktualisasi diri selama mereka tinggal di pesantren untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pesantren.

Kesantrian merupakan bagian pendidikan yang lebih banyak didelegasikan kepada santri dalam hal ini terutama seluruh organisasi dan kegiatan santri di Al Hikam. Santri sebagai perencana, pelaksana dan sebagai evaluator pada setiap kegiatan. Sementara ustadz atau pembina adalah pendamping agar kegiatan tetap bisa terkontrol  sehingga selain sebagai obyek, pada bagian ini, santri betul-betul sebagai subyek dalam pendidikan di pesantren.

  • Standart kompetensi
  1. Mampu mengerti dan memahami eksistensi Tuhan sebagai Tuhan yang disembah dan Tuhan yang menciptakan makhluk
  2. Mampu memahami dan melaksanakan aturan Allah dan rosulnya baik yang berkaitan antara hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia maupun manusia dengan sesame makhluk
  3. Mampu merefleksikan/ menjalankan prinsip-prinsip tauhid dan syariah dalam tata cara perilaku yang baik
  4. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bidang keahlian tertentu sesuai dengan program studi (jurusan) yang ditempuh di perguruan tinggi.
  5. Memiliki, pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam melakukan berbagai aktivitas pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sesuai dengan program studi yang ditempuh diperguruan tinggi
  6. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan siap mengemukakannya secara lisan maupun tulisan hasil pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sesuai dengan program studi yang ditempuh di perguruan tinggi
  7. Mampu mendayagunakan potensi diri dan lingkungannya untuk peningkatan karir kerja
  8. Memiliki etos untuk terus belajar dan mengembangkan diri
  9. Mampu mengembangkan cara berfikirkompleks
  10. Mampu berkomunikasi secara efektif
  11. Memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakatnya
  12. Mampu bekerjasama dan membangun team work

b. Indikator

  1. Taat beribadah
  2. Memahami dan menjalankan rukun Islam dengan benar
  3. Memahami dan menjalankan mu’amalah dengan makhluk baik pada tataran dhoruri, hajiyyi, tahsini
  4. Memiliki etos kerja yang tinggi (keras, cerdas dan ikhlas)
  5. Memiliki kepekaan dan mampu mengambil inisiatif terhadap lingkungannya
  6. Berperilaku yang sesuai dengan tata nilai agama dan masyarkat yang baik
  7. Berhasil menyelesaikan pendidikan dalam program studi yang ditempuh dalam waktu yang cepat dengan prestasi yang sangat memuaskan
  8. Memiliki kemampuan dan spirit dalam melakukan eksplorasi permasalahan kebangsaan dan keumatan terkini secara rasionl sesuai dengn perannya sebagai khalifah fil ardl
  9. Memiliki kemampuan dan spirit dalam mengembangkan dan mengimplementasikan proses pemecahan masalah kebangsaan dan keumatan terkini secara rasional sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sesuai dengan tuntutan lokal, nasional dan global dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islami.
  10. Memiliki spirit dalam keterampilan dalam menulis artikel ilmiah di muat dalam jurnal
  11. Memiliki spirit dan keterampilan dalam menulis dan menyajikan makalah ilmiah dalam forum regional maupun nasional
  12. Memiliki spirit dan keterampilan dalam menyusun dan menyajikan laporan ilmiah dalam forum regional maupun nasional
  13. Memiliki sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi prinsip kebenaran ilmiah dan sekaligus menghindarkan diri dari semua bentuk kecurangan dalam meraih prestasi akademik sesuai dengan nilai-nilai keIslaman
  14. Memiliki kecakapan untuk terus belajar secara mandiri
  15. Memiliki kemampuan untuk menyaring dan mengelola informasi secara tepat dan benar
  16. Memiliki cita rasa estetis yang tidak lepas dari nilai-nilai Islami
  17. Memiliki kemampuan berfikir yang fariatif dan strategis dalam koridor nilai-nilai Islami
  18. Mampu menggunakan metode yang tepat dalam berkomunikasi
  19. Mampu memahami pesan dan meresponya secara tepat ketika melakukan komunikasi
  20. Mampu memposisikan diridan perannya secara tepat dalam kelompok
  21. Mampu menggunakan sumberdaya secara efektif dan efisien
  22. Memiliki semangat untuk menghargai perbedaan dalam bekerjasama dalam kelompok
  23. Memiliki perencanaan dan mampu merealisasikan pengembangan karir
  24. Memiliki kemampuan untuk menilai dan mengevaluasi terhadap perencanaan dalam pengembangan karir
  25. Memiliki kepedulian terhadap masyarakat

c. Ruang lingkup

  1. Program-program dalam kesantrian ini diitikberatkan pada pembekalan pengetahuandan keterampilan terutama pada aspek psikomotorik
  2. Titik berat lain adalah bahwa kesantrian adalah bagian pendidikan untuk pembentukan karakter santri baik melalui kegiatan harian, mingguan, bulanan maupun tahunan
  3. Program ini direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi oleh santri dengan tetap didampingi oleh pembina santri
  4. Cakupan materi meliputi amaliah agama, prestasi ilmiah dan kesiapan hidup sesuai dengan kondisisantri mahasiswa

d. Bentuk Kegiatan

1. OSPAM

Kegiatan di Pesantren Al Hikam yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan santri dalam organisasi adalah: OSPAM (Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al Hikam).

OSPAM adalah organisasi santri yang mewadahi aktualisasi diri, penyaluran bakat-minat dan bertugas melakukan pengaturan aktivitas dan kebuuhan seluruh santri. OSPAM terbentuk atas prakarsa dari santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang. OSPAM terbentuk ketika jumlah santri mulai berambah dari yang semula hanya belasan orang. Bertambahnya jumlah santri ini berarti juga semakin bertambah aktivitas keseharian, kebutuhan yang menuntut adanya pengaturan, dan perlunya media apresiasi terhadap minat dan bakat santri.

 

Seluruh kegiatan OSPAM direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi oleh santri secara mandiri dalam menjalankan tugas dan aktivitasnya, sementara Pembina (dewan kesantrian) berperan sebagai pendamping. Melalui OSPAM ini diharapkan akan terlatih dan terbina sikap-sikap antara lain: kepemimpinan, kreativitas, inisiatif, dan keberanian para santri dengan tetap mengedepankan etika dan moral. Sebagaimana yang sering disampaikan Bapak Pengasuh bahwa salah satu pilar dari mekanisme kerja OSPAM hendaknya selalu dijunjung tinggi sikap yang demokratis tapi etis.

Salah satu bentuk upaya mewujudkan kepemimpinan dan kepengurusan yang demokratis, pengurus OSPAM dipilih secara demokratis melalui mekanisme RTO (Rapat Tahunan OSPAM) yang diselenggarakan sekali dalam satu tahun periode kepengurusan. Forum ini wajib diikuti oleh seluruh santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang sehingga forum ini bersifat “dari santri, oleh santri, dan untuk santri”. Agenda dalam RTO meliputi pembahasan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan evaluasi kepengurusan OSPAM yang akan didemisioner, pembahasan AD/ART OSPAM, sidang komisi untuk merencanakan program kerja OSPAM periode selanjutnya, serta diakhiri pemilihan tim formatur yang akan menjadi Ketua Umum, Ketua I, dan Ketua II.

Pada saat periode-periode awal, ketua umum OSPAM ditunjuk langsung oleh Bapak Pengasuh. Kemudian periode selanjutnya ketua umum dimusyarahkan sendiri diantara formatur yang dipilih oleh santri. Mekanisme pemilihan ini mengalami perubahan pada periode selanjutnya. Ketua Umum dipiih secara langsung oleh santri melalui mekanisme RTO hingga saat ini. Forum semacam ini merupakan suatu proses pembelajaran bagi santri untuk mendapatkan pengalaman secara langsung bagiamana berdemokrasi.

Tim formatur yang akan menjadi pengurus OSPAM ini dipilih dari santri kelas tingkat tengah bukan santri kelas tingkat akhir. Hal ini diharapkan akan terjadi terjadi proses kesiapan untuk memimpin sekaligus dipimpin sebagaimana kondisi nyata di masyarakat. Seluruh santri baik senior maupun junior harus siap dipimpin pengurus yang mungkin masih juniornya. Demikian juga akhirnya setelah menyelesaikan tugas kepengurusannya, mantan pengurus harus kembali menjadi santri sebagai anggota yang harus siap dipimpin oleh pengurus baru yang terpilih. Berikut ini daftar Ketua Umum OSPAM mulai dari awal terbentuk hingga saat ini.

Tabel. Daftar Nama Ketua Umum OSPAM

  •  
  •  

Nama Santri

 

  •  
  •  

Nama Santri

  1.  
  1.  

Asep Sukma

 

  1.  
  1.  

Faiq Rofiqi

  1.  
  1.  

Taufiq Amrullah

 

  1.  
  1.  

Akhya Alimuddin

  1.  
  1.  

Muhammad Qodir

 

  1.  
  1.  

Very Edi Santoso

  1.  
  1.  

Muhammad Ajib

 

  1.  
  1.  

Muhammad Akhid Syibli

  1.  
  1.  

Rif’an Nizar

 

  1.  
  1.  

Sigit Muntaha

  1.  
  1.  
  •  

 

  1.  
  1.  

Ghufron Ghozali

  1.  
  1.  

Ilzam Nuzuli

 

  1.  
  1.  

Mohammad Birbik

  1.  
  1.  

Akhmad Jani Masyhudi

 

  1.  
  1.  

Ali Sai’in

  1.  
  1.  

Roby Darmawan

 

  1.  
  1.  

Ahmad Tamami

  1.  
  1.  

Ali Basit

 

  1.  
  1.  

M. Rizqi Asyhari

  1.  
  1.  
  •  

 

  1.  
  1.  

Dwi Cahya Widiyanata

  1.  
  1.  

Lalu Nashan

 

  1.  
  1.  

Ridsyal Rizki Yogaswara

 

Salah satu fungsi OSPAM adalah memberikan wadah santri dalam mengembangkan bakat dan minat, sehingga seluruh program kerja dirancang untuk kebutuhan santri itu sendiri dengan tetap mengacu pada moto, visi, misi, dan jiwa pesantren (ruhul ma’had) Al-Hikam Malang. Aktivitas OSPAM meliputi jamiyyah tahlil dan yasin, muhadharah (kajian keilmuan), seminar dan pelatihan, bedah buku, bakti sosial (kerja bakti), Grup Shalawat Ahbabul Hikam, PHBI, PHBN, Masa Orientasi Santri (MAISA), Wisata Religi Ziarah Wali, Studi banding, HM-Cup (Turnamen antar pesantren), POS (Pekan Olahraga dan Seni), Al-Hikam Language Center (ALC), Pesantren Ramadhan (PESROM), dan sebagainya.

Selain itu OSPAM juga mengelola kelompok kajian dan penelitian ilmiah, English Club, Komunitas seni budaya, dan Komunitas pengembangan bakat dan hobby lainnya. Adapun kegiatan yang berkaitan dengan seni, di lingkungan Al Hikam terdapat komunitas hadrah, band santri, sanggar lukis dan kaligrafi, dan fotografi. 

2. Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN) Al-Hikam Malang

Pos Kesehatan Pesantren merupakan salah satu wujud UKBM di lingkungan pondok pesantren, dengan prinsip dari, oleh, dan untuk warga pondok pesantren, yang mengutamakan pelayanan promotif (peningkatan) dan preventif (pencegahan) tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan), dengan binaan Puskesmas setempat. POSKESTREN Al-Hikam Malang berdiri pada Bulan Juli 2008 berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Al-Hikam Malang Nomor 41.Al-Hikam.07.2008 yang ditetapkan pada tanggal 1 Juli 2008.

Secara umum, POSKESTREN Al-Hikam Malang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian warga pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan POSKESTREN Al-Hikam Malang meliputi pemberian penyuluhan kesehatan kepada warga pesantren dan masyarakat sekitar, memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi warga pesantren, survei lingkungan pesantren, penyelenggaraan cek kesehatan dan donor darah, dan sebagainya.

 

Susunan pengurus POSKESTREN Al-Hikam Malang terdiri dari santri yang tergabung dalam Kader Santri Husada yang dibimbing oleh Tim Puskesmas Kendalsari. Pada tahun 2014, POSKESTREN Al-Hikam Malang menjadi delegasi tunggal dari kecamatan Lowokwaru pada ajang Pemilihan POSKESTREN terbaik tingkat Kota Malang yang diadakan oleh TP PKK dan Dinas Kesehatan Kota Malang. Agenda ini sekaligus memperingati HUT Kota Malang ke 100 tahun. POSKESTREN Al-Hikam Malang mendapatkan prestasi sebagai POSKESTREN Terbaik tingkat Kota Malang yang akan berlanjut ke tingkat Provinsi mewakili Kota Malang. Pada tahun 2015, POSKESTREN Al-Hikam Malang mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas prestasi peringakat V (Harapan II) ajang pemilihan POSKESTREN Terbaik se-Provinsi Jawa Timur.

3. Badan Dakwah dan Kesejahteraan Masjid (BDKM) Al-Ghozali

Badan Dakwah dan Kesejahteraan Masjid atau yang disingkat dengan BDKM Al-Ghozali Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang merupakan organisasi yang berdiri pada tahun 2004. Pada mulanya badan ini bernaung dibawah bidang kesantrian dan OSPAM. Namun setelah beberapa tahun ruang gerak badan ini kurang dirasakan oleh pesantren. Berdasarkan kesepakatan jajaran pengurus periode 2004 serta disetujui oleh pihak pesantren, bahwa dalam rangka mengoptimalkan fungsi-fungsi dakwah serta menjaga keberlangsungan kemakmuran dan kesejahteraan masjid di lingkungan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, maka diperlukan organisasi dan kejelasan personalia pengurus yang dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya bertanggung jawab kepada pengasuh melalui kepala Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang.

BDKM Al-Ghozali berfungsi sebagai pusat laboratorium religi bagi santri dan media dakwah bagi masyarakat sekitar dan untuk semua elemen masyarakat. Dalam perkembangannya BDKM Al-Ghozali memiliki binaan adik yatim piatu dari lingkungan sekitar pesantren yang tergabung dalam Gerakan Peduli Anak Yatim (GPAY) Al-Hikam Malang. Bentuk pembinaan yang dilakukan oleh pengurus BDKM Al-Ghozali berupa pembinaan keagamaan dan pembinaan pengetahuan umum, pemberian santunan setiap bulan, dan sebagainya

e. Unit Usaha Al Hikam

1. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH ) Al-Hikam Malang

Jamaah Haji Indonesia adalah jamaah haji terbesar di dunia kurang lebih 250.000/ tahun, yang tentunya untuk membina jamaah tidak luput dari peran KBIH. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Ibadah haji, bahwa pembinaan terhadap calon jemaah/ jemaah haji merupakan salah satu dari 3 tugas utama penyelenggaraan haji yaitu pembinaan, pelayanan dan perlindungan terhadap calon jemaah/jemaah haji.

Pembinaan calon jemaah/jemaah haji adalah salah satu tugas pokok Departemen Agama yang dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan menyelenggaraan haji, dimana dalam pelaksanaan tugas ini pemerintah telah memberikan peluang kepada masyarakat dalam hal ini KBIH untuk berpartisipasi sebagai mitra pemerintah dalam pembimbingan calon jemaah/jemaah haji.

Sejak munculnya KBIH Al-Hikam, tidak lepas dari peran masyarakat sekitar, Berdirinya KBIH Al-Hikam sangat dipelopori oleh tokoh-tokoh masyarakat yang menginginkan berdirinya KBIH untuk membimbing proses pembinaan haji mulai tanah air maupun tanah suci, seperti KH. A. Hasyim Muzadi, KH.Ubaidillah Fadhil, Prof. Ibrahim Bafadhol, H. Ja’far Shodiq dan tokoh tokoh masyarakat sekitar. Pada mulanya KBIH Al-Hikam adalah kelompok bimbingan yang bertujuan untuk membina calon haji. Di awal namanya hanya Bimbingan Haji karena belum legal atau belum terdaftar menurut pemerintah secara resmi. Bimbingan haji ini awalnya di dirikan berdasarkan kesepakatan tokoh masyarakat sekitar tahun 1990, di jl. Cengger Ayam 25 yang akan berdiri Pondok Pesantren mahasiswa Al-Hikam, semakin bertambahnya tahun semakin banyak peminat masyarakat / calon haji yang ingin mendaftarkan haji lewat Bimbingan haji Al-Hikam, kemudian para pengurus tim kecil melangkah lebih jauh dengan mendaftrkan bimbingan ini secara legal, kemudian di namakan KBIH Al-Hikam pada tahun 1995.

Berdirinya KBIH Al-Hikam ini lebih dulu dari pada Pesantren Al-Hikam, di harapkan berdirinya KBIH Al-hikam ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan calon haji, akan tetapi dapat memberi kontribusi secara langsung maupun tidak langsung akan berdirinya Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang.

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Hikam adalah kelompok Bimbingan Ibadah haji yang sangat dibutuhkan oleh calon haji, sebagaimana keberadaan KBIH Al-Hikam ada dilingkungan pesantren  serta interaksinya dengan masyarakat setempat, maka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bimbingan bagi masyarakat yang akan menjalanikan ibadah haji. yayasan Al-Hikam mendirikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Hikam dan disahkan oleh SK. MENTERI AGAMA No. 474 Th. 1995. diketuai oleh Ibu Hj. Mutammimah Hasyim.

Maksud dan tujuan didirikanya KBIH Al-Hikam adalah (1) Menjadikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji yang profesional dan proposional dan (2) Menjadikan Calon haji yang mandiri artinya calon haji dapat berangkat haji tanpa ada ketergantungan penuh terhadap pembimbing, sehingga calon haji dapat melaksanakan hajinya dengan penuh kesadaran yang didasari oleh Ilmu manasik haji.

Fasilitas KBIH Al-hikam Malang meliputi aula yang luas dan representatif dengan kapasitas 350 orang, lapangan sebagai tempat praktik yang luas dan representatif, Pembina yang kompeten di bidangnya, tempat parkir yang luas representative, dan sebagainya. KBIH Al-Hikam Malang memiliki moto “Hanya dengan niat yang lurus dan bersih, perilaku manasik haji yang benar serta sarana yang halal, ke-mabruran haji dapat diraih”.

2. Smesco Mart dan Koperasi Pondok Pesantren (KOPPONTREN) Al-Hikam Malang

Smesco Mart Al-Hikam merupakan salah satu unit usaha pesantren yang berada dalam naungan Koperasi Pondok Pesantren (KOPPONTREN) Al-Hikam. Sebelum menjadi Smesco Mart Al-Hikam, Pesantren sudah mempunyai mini market yang pengelolaannya dilaksanakan oleh santri-santri sendiri. Mini market yang ada telah berdiri sejak tahun 1997 merupakan embrio dan rintisan yang bermula dari keinginan serta kreativitas para santri mahasiswa terutama mereka yang memiliki jiwa enterpreunership tinggi. Dimulai dari menjual kebutuhan harian para santri sendiri seperti sabun mandi, sabun cuci, pasta dan sikat gigi. Semua aktivitas itu dilakukan di dalam area pesantren bahkan di dalam kamar mereka, selanjutnya berpindah ke ruang khusus yang telah disediakan di dalam pesantren. Kemudian setelah peresmian Gedung Induk Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang pada tahun 1999 maka tahun 2000 resmilah mini market Al-Hikam menempati gedung induk lantai dasar yang sekarang telah berubah menjadi Smesco Mart Al-Hikam.

Tujuan dari pendirian Smesco Mart Al-Hikam yang pembukaannya diresmikan secara langsung oleh Bapak Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Dr. KH. A. Hasyim Muzadi pada tanggal 1 Juli 2007 adalah memenuhi kebutuhan para santri Al-Hikam dalam keperluan belanja sehari-hari, sehingga para santri dapat terpenuhi kebutuhan kesehariannya secara murah, mudah, dan lengkap. Smesco Mart Al-Hikam didirikan oleh pesantren di bawah manajemen Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) juga bertujuan untuk membantu pesantren dalam pendanaan dan kegiatan operasionalnya. Selain itu, para santri memberikan bisa memberikan keuntungan kepada pesantren karena secara tidak langsung dengan membeli di koperasi pondok, mereka juga telah membantu pesantrennya sendiri.

Perjalanan Smesco Mart Al-Hikam yang dikelola secara professional telah menarik simpati masyarakat sekitar. Dengan pelayanan prima dan motto 4S (Senyum, Salam, Sapa dan Siap membantu), Smesco Mart Al-Hikam saat ini telah menjadi sebuah toko swalayan yang tidak hanya menjual kebutuhan sehari-hari para santri, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya. Dengan kepercayaan itulah Smesco Mart Al-Hikam dengan mantap berkembang pesat dan akhirnya semakin dapat memberikan kontribusinya secara maksimal kepada Pesantren Mahasiswa Al-Hikam. Saat ini, KOPPONTREN Al-Hikam Malang menaungi beberapa usaha selain Smesco Mart yaitu, Apotik, Fotokopi dan ATK.

3. Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Al-Hasyimi

Lembaga Bimbingan Belajar Al-Hasyimi merupakan salah satu institusi pendidikan yang dirintis sejak tahun 2009, bermula dari sekumpulan mahasiswa STAI Ma’had Aly Al-Hikam yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi masyarakat saat itu khususnya jamaah KBIH Al-Hikam. Pada saat itu kebutuhan pengajar Al-Quran kepada calon jamaah Haji sangat tinggi kemudian mereka saling bertukar pikiran mencari bentuk amal nyata yang dapat disumbangkan untuk membantu seluruh jamaah.

Lembaga privat ini didirikan untuk mengakomodasi potensi keilmuan santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang untuk disalurkan dengan kebutuhan masyarakat dalam membekali keilmuan keagamaan khususnya dan keilmuan umum pada umumnya. Sebab di dalam Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, terdapat potensi keilmuan keagamaan dan keilmuan umum.

Keilmuan agama terhimpun dari santri mahasiswa STAI “Ma’had Aly Al-Hikam” Malang yang mayoritas notabenenya adalah alumni pesantren ternama di Indonesia (Lirboyo, Sidogiri, Amtsilati Jepara, Ploso, dsb) di sisi lain potensi keilmuan umum terhimpun dalam santri mahasiswa yang studi di perguruan tinggi negeri maupun swasta seperti UM (Universitas Negeri Malang), UB (Universitas Brawijaya), Unmer (Universitas Merdeka), UIN (Universitas Islam Negeri) Malang dan universitas lainnya.

Dalam menjembatani potensi yang terdapat dalam Pesma Al-Hikam dan kebutuhan masyarakat dalam keilmuan yang semakin besar, didirikanlah Lembaga Bimbingan Belajar (LBB)  Al-Hasyimi. Prinsip yang ditanamkan untuk pengurus LBB Al-Hasyimi ini adalah mengaplikasikan motto pesantren mahasiswa Al-Hikam khususnya dalam kesiapan hidup di samping motto yang lain yakni  Amaliah Agama dan Prestasi Ilmiah. Maka dari itu, LBB Al-Hasyimi berkomitmen untuk saling bersinergi antar pengurus dan total dalam melayani masyarakat.

Lembaga Bimbingan Belajar Al-Hasyimi  memiliki tujuan menjadi bimbingan belajar Islam rujukan yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini. Adapun peserta didik yang mengikuti bimbingan belajar Al-Hasyimi saat ini sebanyak 150 jamaah. Aktifitas kegiatan dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam dengan beragam program yang disediakan diantaranya : Progam Membaca Al-Quran Privat, Progam Membaca Al-Quran Kelompok, Progam Amtsilati (Metode Cepat Memahami Al-Quran & Membaca Kitab Kuning), Kajian Tafsir, Fiqh, Hadits, Bahasa Arab. Selain itu juga LBB Al-Hasyimi membuka program umum seperti pelajaran matematika, Bahasa Inggris, & teknologi informasi. Selain di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, para asatidz Al-Hasyimi didelegasikan untuk mengajar ke berbagai rumah Jamaah, sekolah, pesantren dan institusi lainnya.

Berikut ini kegiatan yang sudah dilakukan :

  • Training Of Trainer Bil-Qolam, Metode Membaca Al-Quran (14 Oktober 2015)
  • Training Of Trainer Bil-Qolam bersama Asatidz Al-Hasyimi (30 Februari 2016)
  • Training Metode Amtsilati Amtsilati bersama Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (28-29 Oktober 2015)
  • Training Of Trainer Metode Amtsilati di PP (1-3 Mei 2016)
  • Akademi Trainer Motivator Nusantara dengan pemateri Mufarrihul Hazin, M.Pd. (8-9 Mei 2016)
  • Program Kelas Bil-Qolam & Al-Quran Jamaah KBIH Al-Hikam (Setiap Sabtu & Ahad)
  • Program Kelas Bil-Qolam SMAN 3 Malang (Setiap Senin Sore)
  • Program Tahfidz Al-Quran (HMI Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya)
  • Pendirian & Pembinaan 4 TPQ di sekitar Al-Hikam (Masjid Babul Jannah, Masjid SulaimanMushala Arjosari)
  • Program Privat Al-Quran Jamaah

AL-HIKAM Pondok Pesantren al-Hiakam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.
© 2016 - 2018 Pesantren Al-Hikam Malang Follow Pesantren Al-Hikam Malang : Facebook Twitter Linked Youtube