header-int

Gelar Festival Ilmiah Santri 2026, Prof. Stella Ajak Santri Al-Hikam Bernalar dan Berpikir Ilmiah

Minggu, 08 Feb 2026, 20:55:24 WIB - 320 View
Share
Gelar Festival Ilmiah Santri 2026, Prof. Stella  Ajak Santri Al-Hikam Bernalar dan Berpikir Ilmiah

Al-Hikam (AMC.) - Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang gelar Festival Ilmiah Santri 2026 pada Sabtu (7/2/2026) yang berlangsung di STAI Ma’had Aly Al-Hikam dengan mengangkat tema strategis "Sains dan Etika Sebagai Kompas Generasi Muda dalam Menentukan Arah Pembangunan Indonesia Yang Berkelanjutan."

Abah Nafi, Pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang menyatakan bahwa tema kali ini sangat penting. Menurut abah, ada rasa kekhawatiran jika para generasi muda tidak diberi pemahaman dasar dalam memahami perbedaan antara Voice dan Noice.

Kegiatan yang terbuka untuk umum ini menghadirkan deretan tokoh akademisi dan praktisi nasional, di antaranya Prof. Stella Christie, Ph.D. (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI). Perempuan yang biasa dipanggil Prof. Stella memaparkan Artificial Intelligence (AI) yang sangat berhubungan dengan kehidupan masa kini.

Akademisi asal Medan tersebut menekankan bahwa para santri pertama kali perlu dalam memahami apa sebenarnya Artificial Intelligence (AI) agar mereka tidak dapat digantikan teknologi terbaru suatu saat nanti. Pentingnya santri beradaptasi dan terus berinovasi agar dapat melanjutkan tradisi berpikir secara sistematis.

Karena menurutnya, manusia termasuk harus mampu untuk mengevaluasi hasil rekomendasi dari Artificial Intelligence (AI). "ya karena pemikiran ilmiah mampu membuat suatu pertanyaan yang tepat dan jawaban secara sistematis." - Ujar Prof. Stella dihadapan para peserta.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Hasanuddin Wahid juga datang menghadiri acara rutinan ini. Dalam sambutannya, Ia menyatakan bahwa kesesuaian tema dengan kebutuhan santri masa kini adalah sangat tepat. Terutama adanya pembahasan terkait Artificial Intelligence (AI), Sains etika, dan tentang kepenulisan. "Di pesantren, kebiasan meriset dan menulis telah menjadi tradisi sejak dulu." - Pungkas Cak Hasan, panggilan akrabnya.

Lebih lanjut, Sabrang Mowo Damar Panuluh (Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional) yang membahas terkait dunia santri dengan Artificial Intelligence (AI). Noe, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian tak terpisahkan dari evolusi peradaban manusia. "Bahwa manusia kedepannya harus teliti terhadap Artificial Intelligence (AI) dan memahami setiap pola yang digunakannya." - Tambahnya

Ahmad Rifa’i Rif’an, penulis best seller Gramedia. Beliau sendiri menyampaikan bahwa kebiasaan menulisnya bahkan dimulai sebelum memahami pengetahuan kepenulisan. Menurutnya, melalui Buku yang sebagai saran berbagi ilmu tetap tidak akan bisa hilang, tidak seperti medsos serta menekankan pentingnya para santri untuk melakukan kebiasaan menulis dulu tanpa harus menunggu sempurna.

Lebih Lanjut, Salah satu program yang dilaksanakan dalam kegiatan tahunan ini adalah Coaching Expert Class (CEC). Program tersebut merupakan forum diskusi untuk setiap santri di berbagai bidang. Diantaranya; Agama & Pendidikan, Saintek, Agrokompleks, Soshum serta Ekonomi & Bisnis.

Salah satu forum tersebut adalah kelas agama & pendidikan. Diskusi ruangan ini mengusung tema "Cerdas Digital: Menjadi Generasi Kritis yang Menguasai IPTEK dan Memegang Teguh Nilai Al-Qur’an". Hal ini dikarenakan agar para santri selain menguasai bidang agama juga selalu mengikuti perkembangan teknologi yang sedang terjadi.

Selain aneka ragam program dalam festival ini ialah awarding bagi setiap pemenang masing-masing lomba. Lomba kali ini diantaranya National Essay & Short Movie Competition. Dua cabang lomba ini diadakan karena berkaitan erat dengan upaya membangun generasi muda yang mampu memadukan sains dan etika demi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Di sela-sela kegiatan, Prof. Stella Christie, Ph.D. menegaskan bahwa kemampuan bernalar yang tajam adalah modal utama santri untuk tetap relevan di era disrupsi, sehingga teknologi tidak dipandang sebagai ancaman melainkan sebagai alat untuk memperkuat kemaslahatan umat. "Saya harap Festival Ilmiah Santri (FIS) ini terus berkelanjutan, karena program seperti ini sangat perlu untuk para generasi muda membangun cara berfikir ilmiah dan bernalar." pungkas Prof. Stella menutup sesi wawancara khusus di akhir acara. (af)


Reporter: Muh. Noaf Afgani
Fotografer: Khoirul Mahmudi

AL-HIKAM Pondok Pesantren Al-Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.
© 2016 - 2026 Pesantren Al-Hikam Malang Follow Pesantren Al-Hikam Malang : Facebook Twitter Linked Youtube