Al-Hikam (AMC.) – Perwakilan santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang melakukan audiensi bersama Bapak Ali Muthohirin, wakil wali kota Malang terkait Festival Ilmiah Santri (FIS) di Rumah Dinasnya, Jalan Ijen, Kota Malang, pada Rabu (21/1/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut memiliki agenda utama penyampaian proposal kegiatan Festival Ilmiah Santri, sekaligus menjadi forum diskusi strategis mengenai kondisi mahasiswa, informasi beasiswa, serta tantangan pola pikir (mindset) generasi muda di era kontemporer.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk membangun sinergi antara elemen santri mahasiswa dengan Pemerintah Kota Malang dalam menyukseskan agenda akademik yang dirancang untuk menumbuhkan iklim intelektual di kalangan pesantren. Dr. Febri Taufiqurrahman, S.Hum., M.Hum, selaku pembina Festival Ilmiah Santri 2026 menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi para santri untuk mengekspresikan kemampuan akademik dan inovasi mereka.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Malang menyambut positif inisiatif penyelenggaraan Festival Ilmiah Santri. Menurutnya, kegiatan berbasis intelektual sangat selaras dengan identitas Kota Malang sebagai kota pendidikan. Pemerintah Kota Malang, senantiasa membuka pintu kolaborasi bagi kegiatan-kegiatan positif yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.
Beliau menekankan bahwa proposal yang diajukan akan segera dipelajari untuk menentukan bentuk dukungan teknis maupun non-teknis yang dapat diberikan oleh pemerintah kota, guna memastikan kelancaran acara tersebut.
Selain membahas teknis kegiatan, forum audiensi ini berkembang menjadi diskusi mendalam mengenai tantangan zaman. Isu yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah mengenai pentingnya pembentukan pola pikir atau mindset yang tepat bagi mahasiswa dan santri di era digital saat ini.
Beliau juga mendorong agar para pembina dan pengurus organisasi santri aktif menjemput bola dengan mengakses informasi resmi dari dinas terkait, serta membimbing para mahasiswanya untuk memenuhi persyaratan administrasi yang dibutuhkan agar bisa mengakses bantuan tersebut.
Menjelang akhir pertemuan, Wakil Wali Kota kembali menegaskan bahwa pintu rumah dinas dan kantor pemerintahan selalu terbuka untuk diskusi-diskusi konstruktif seperti ini. Audiensi ini dinilai menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat kolaborasi pentahelix di Kota Malang, di mana unsur pemerintah, akademisi, dan komunitas masyarakat (santri) duduk bersama merumuskan solusi atas tantangan pendidikan.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama. Kedua belah pihak optimis bahwa hasil dari audiensi ini akan segera terealisasi dalam bentuk kegiatan nyata yang berdampak luas bagi kemajuan pendidikan di Kota Malang.

Pondok Pesantren Al-Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.