header-int

Keagungan Membaca Al-Quran

Sabtu, 09 Mar 2019, 06:51:21 WIB - 406 View
Share
Keagungan Membaca Al-Quran

Sabtu, 09 Feb 2019

Ustad Moh. Nafi

Kitab Al-Mursyidul Amin

 

 

Pengajian Sabtu pagi 9 Februari 2019 ini dilaksanakan setelah sholat subuh berjamaah dengan diawali pembacaan alquran secara bersama-sama. Setelah dirasa cukup, abah Nafi (pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang) pun memasuki mimbar dan memulai pengajian dengan membuka Kitab Al-Mursyidul Amin, yang serentak diikuti oleh seluruh santri. Di muka halaman, terlihat karya tulisan Imam Al-Ghazali itu tertulis “bab 8 Fii tilaawatil qur’an” (bab 8 pembahasan membaca Al-Qur’an) di halaman 65 yang akan dibahas pada hari ini. Setelah itu, perwakilan salah satu santri diintruksikan untuk membaca sekaligus memaknai kaidah yang tertulis di kitab, yang selanjutnya akan disimak oleh seluruh santri. Berikut ikhtisar mengenai isi pengajian kala itu

 

Sesungguhnya mau membaca alquran itu saja adalah anugerah dari Allah. Membaca alquran adalah pemberian Allah yang paling utama (afdhal). “Barangsiapa yang membaca alquran, kemudian ia merasa melihat orang lain diberi anugerah oleh Allah melebihi anugerah yang diberikan kepada dirinya, maka sungguh ia telah menganggap kecil anugerah besar yang telah Allah berikan kepadanya” -Al Hadits.

 

Di pengajian Sabtu pagi ini abah Nafi menceritakan bahwa pondok pesantren Al-Hikam didirikan dengan istighosah, yang dimana didalam istighosah itu dibacakan ayat-ayat suci alquran. Beliau melanjutkan,

 

“Pondok Al-Hikam ini selalu diadakan istigosah setiap satu minggu sekali, juga diadakan khotmil quran setiap satu bulan sekali. Oleh karena pondok ini dibangun dan dibesarkan oleh almaghfurlah KH. Hasyim Muzadi melalui rutinan istigosah dan keistiqomahan pembacaan ayat-ayat suci alquran” 

 

Abah Nafi juga menuturkan bahwa membaca alquran adalah perkara yang sangat agung, karena Allah sendiri pun mengangungkan firman-firman-Nya bahkan sebelum manusia diciptakan. Hal itu sesuai dengan perkataan Rasulullah

 

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla membaca surah Thaha dan Yasin selama 1000 tahun lamanya sebelum penciptaan Adam” -Al Hadits

 

Di sela-sela pengajian, Abah Nafi sedikit membagikan pengalaman pribadi mengenai alquran. Beliau menceritakan bahwa pada saat masih di bangku sekolah dan ‘mondok’ dulu, beliau seringkali merasakan kenikmatan saat membaca alquran. Tetapi kemudian rasa nikmat itu hilang setelah menginjak bangku kuliah. Entah apa yang menyebabkan itu terjadi karena sampai saat ini kenikmatan itu dirasa belum kembali, padahal beliau sangat merindukannya.

Berkaca dari pengalaman tersebut, kemudian Abah Nafi memperingatkan kepada para santri yang seluruhnya merupakan mahasiswa,

 

“Maka dari itu, sebagai santri mahasiswa hendaknya kamu tidak ketinggalan mengikuti rutinan istigosah dan khotmil quran yang programnya sudah dirancang sedemikian rupa di pesantren ini. Tinggal kamu jalankan dan kamu niatkan sebagai bentuk taqwa dan syukurmu, yang bertujuan untuk menjernihkan fikiran dalam menerima ilmu di perkuliahanmu dan untuk menangkal gangguan rohani yang akan selalu menyertaimu”

 

Alquran membawa pahala dan keberuntungan yang besar bagi siapapun yang membacanya. Hal ini selaras dengan perkataan Rasulullah yang dimuat di bab ini

 

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla membaca surah Thaha dan Yasin selama 1000 tahun lamanya sebelum penciptaan Adam”. Tatkala para malaikat mendengar alquran mereka berkata: “Beruntunglah bagi umat yang diturunkan kepada mereka firman itu, dan beruntunglah hati yang menghafalnya, serta beruntunglah lisan-lisan yang membacanya” -Al Hadits


Dan di akhir pengajian, abah Nafi menekankan kepada seluruh santri agar tidak melewatkan istighosah dan khotmil quran yang didalamnya memuat doa-doa, pujian-pujian dan permohonan ampun kepada Allah serta bacaan ayat-ayat suci alquran. Bahkan dengan rutinan istighosah-lah pondok pesantren Al-Hikam bisa berdiri dan besar seperti sekarang ini. Dan sebelum pengajian ditutup beliau menambahkan,

 

"Jangan sampai selama 4 tahun menimba ilmu di Al-Hikam, ada santri yang belum pernah khatam alquran. Kalau perlu, buat checklist pribadi untuk mengistiqomahkan membaca alquran supaya bisa dimonitor perkembangannya. Santri itu dikenal serba bisa pada multidisiplin ilmu, bisa azan, bisa memimpin tahlil, bisa jadi bilal di semua event (bilal jumatan, tarawih, ‘idain, gerhana, dsb), bisa ta’zhim kepada guru, bisa shalawatan, dll. Maka pastikan setelah lulus dari Al-Hikam ini kalian tidak menyesal bahwa kalian pernah melewatkan semua kesempatan itu yang tidak semua orang mendapatkannya” tutur beliau dengan nada perlahan namun jelas yang didengarkan secara khusyuk dan seksama oleh semua santri yang hadir pada waktu itu.

 

Author by: szhal

Link Youtube >> Keagungan Membaca Al-Quran - Ustadz Moh. Nafi

AL-HIKAM MEDIA CENTER

 

AL-HIKAM Pondok Pesantren Al-Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.
© 2016 - 2019 Pesantren Al-Hikam Malang Follow Pesantren Al-Hikam Malang : Facebook Twitter Linked Youtube