Malang, (28/2/25) - Dalam khutbah Jumat yang disampaikan di Masjid Al-Falah, Ustaz Anis Jamil Mahdi menekankan pentingnya persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Dengan semakin dekatnya bulan yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri baik secara fisik, mental, maupun spiritual agar dapat memaksimalkan ibadah di dalamnya.
Beliau mengawali khutbahnya dengan mengingatkan jamaah tentang keutamaan bulan Ramadhan yang merupakan bulan penuh rahmat dan maghfirah. Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa siapa saja yang menjalankan ibadah puasa dengan iman dan penuh pengharapan kepada Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Tentunya untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan, yang mana bulan suci tersebut memang diperuntukkan dan dikhususkan untuk kita sebagai umat nabi besar Muhammad s.a.w., harus mempersiapkan diri baik raga ataupun jiwa, khususnya pada persiapan mental, pada persiapan jiwa kita. Sebab bulan Ramadan ini merupakan bulan dimana kita akan memanen seluruh amal yang sudah kita lakukan pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban.
Tentunya berbeda antara orang yang hanya duduk santai dengan orang yang melakukan perjuangan dalam rangka taqarub ilallah. Memperolehnya atau hasil yang akan didapatkan itu tentunya akan berbeda, sebagaimana Allah menegaskan di dalam ayatnya:
??? ????????? ????????????? ???? ?????????????? ?????? ??????? ????????? ????????????????? ??? ??????? ??????? ??????????????? ?????????????.
Jadi sangat berbeda orang yang hanya duduk yang tidak melakukan mujahadah, yang tidak melakukan riadah untuk mempersiapkan diri dalam menyambut bulan Ramadan dengan orang-orang yang memang melakukan mujahadah, melakukan riadah dalam menyambut bulan Ramadan tersebut.
Dalam khutbahnya, Ustaz Anis menguraikan lima amalan utama yang sebaiknya dilakukan umat Islam untuk menyambut bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Lima amalan tersebut didasarkan pada Surah Ali Imran ayat 134: Bersedekah di Segala Keadaan, Menahan Amarah dan Mengelola Emosi, Memberikan Maaf dan Tidak Menyimpan Dendam, Melakukan Kebaikan Sekecil Apapun, dan Menyadari Kesalahan dan Bertobat kepada Allah.
Dalam mengelola emosi, yaitu dengan cara menahan emosi, dengan cara menahan amarah. Sebab amarah ini bisa menutupi logika, bisa menutupi hati kita, sehingga ketika kita menghadapi sesuatu dengan kepala yang panas, hati yang panas, maka akal tidak akan berfungsi. Sehingga keputusan yang terjadi atau keputusan yang ditetapkan tentu akan berorientasi pada hal-hal yang berdampak negatif baik untuk diri kita sendiri ataupun bagi orang yang dimarahi tersebut. Makanya Rasulullah s.a.w. memberikan cara memberikan solusi alternatif ketika kita dalam keadaan marah. Beliau bersabda di dalam sebuah hadis:
????? ????????? ???? ????????????? ??????? ???????????? ?????? ???? ????????? ?????????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ?????? ?????????? ???????????????
Sesungguhnya marah itu bersumber dari syaitan dan kita sama-sama tahu bahwasannya syaitan itu oleh Allah diciptakan bahan dasarnya adalah api.
Sebagai penutup, Ustaz Anis mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga bulan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam harus menyambut bulan ini dengan semangat mujahadah, yaitu perjuangan sungguh-sungguh dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Beliau juga berdoa agar Allah SWT memberikan kesehatan dan kemudahan bagi seluruh jamaah dalam menjalankan ibadah Ramadhan tahun ini dengan penuh keikhlasan dan keberkahan.