Malang, (14/3/25) – Dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ust. M. Syafril, M.Pd di salah satu masjid di Kota Malang, beliau menekankan bahwa puasa adalah anugerah istimewa yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Islam. Dengan mengutip sebuah hadits qudsi, Ust. Syafril menjelaskan bahwa setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Allah SWT secara khusus menyebutkan bahwa puasa adalah milik-Nya dan Dia sendiri yang akan memberikan balasannya kepada hamba yang menjalankannya dengan ikhlas.
Dalam khutbahnya, beliau mengingatkan bahwa meskipun puasa memiliki keutamaan yang luar biasa, ada lima hal yang dapat membatalkan pahalanya, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW: Dusta atau Kebohongan, Ghibah atau Ngerasani, Adu Domba, Sumpah Palsu, dan Memandang dengan Syahwat.
Menurutnya, puasa bukan hanya merupakan ibadah yang disyariatkan dalam Islam, tetapi juga telah diamalkan oleh umat-umat terdahulu. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: "Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Hal ini menunjukkan bahwa puasa memiliki manfaat yang sangat besar bagi umat manusia, baik dari segi spiritual maupun sosial. Namun, banyak manusia yang masih terjebak dalam hawa nafsu mereka, sehingga sulit untuk mencapai ketakwaan yang sejati.
Ustadz Syafril dalam kutbahnya mengatakan, bahwahal ini telah diingatkan oleh Rasulullah s.a.w dalam sebuah riwayat,
dalam riwayat yang lain dikatakan:
????????? ????? ????? ?????????? ???????????? ?????????? ???? ?????????
“Seseorang bergantung terhadap perilaku akhlak orang yang dia temani.”
Maka dari hadist terbut, ada pelajaran bagi kita semua hendaklah waspada kepada diri kita sekalian siapa yang hendak kita jadikan kawan.
Dalam khutbahnya, tidak lupa dalam menyoroti pentingnya memilih lingkungan dan pergaulan yang baik. Beliau mengutip nasihat dari Sheikh Ibn Ata'illah yang mengatakan bahwa jika seseorang berteman dengan seseorang tetapi tidak mendapatkan manfaat darinya dalam satu atau dua hari, ia akan mencari teman lain.
Akan tetapi, manusia sering kali berteman dengan hawa nafsunya selama bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa nafsu tersebut justru menjerumuskan mereka ke dalam perbuatan buruk. Dengan menjaga pergaulan yang baik dan memilih teman yang saleh, seseorang akan lebih mudah menjalani kehidupan yang penuh dengan kebaikan dan keberkahan.
Sebagai penutup, Ust. Syafril berdoa agar jamaah diberikan kekuatan untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan keberkahan. Beliau juga berharap agar Ramadan tahun ini menjadi momentum bagi setiap individu untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal kebaikan. Beliau mengingatkan bahwa rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi hamba-hamba-Nya yang ingin bertaubat dan memperbaiki diri.
Oleh karena itu, Ramadan harus dijadikan sebagai kesempatan untuk kembali kepada Allah SWT dengan penuh kesungguhan. Dengan khutbah yang penuh makna ini, diharapkan para jamaah dapat menjalani Ramadan dengan lebih baik dan meraih keberkahan yang dijanjikan oleh Allah SWT.