header-int

Memetik Nilai Keteladanan Uswatun Hasanah Melalui Khutbah Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026, 10:06:39 WIB - 34 View
Share
Memetik Nilai Keteladanan Uswatun Hasanah Melalui Khutbah Idul Adha 1447 H

Al-Hikam (AMC.) – Mimbar Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al-Ghozali Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang melahirkan refleksi mendalam mengenai esensi ketakwaan dan kepemimpinan yang berakar dari sejarah kenabian. Menjadi khatib dalam momentum sakral ini, Ustadz M. Syauqillah mengajak seluruh jamaah untuk kembali memperkuat akar keyakinan terhadap rukun iman, khususnya dalam meneladani keteguhan lima rasul pilihan bergelar Ulul Azmi. Di antara barisan rasul tersebut, Allah SWT secara spesifik mengabadikan dua figur sebagai Uswatun Hasanah (suri teladan yang baik) di dalam Al-Qur'an, yakni Baginda Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS, sebagaimana yang diserukan dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 4.

Dalam khutbahnya, Ustadz Syauqi menjabarkan tiga alasan utama mengapa keteladanan Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya harus menjadi kiblat bagi umat Islam hari ini. Poin pertama terletak pada ketekunan beliau membangun fondasi keluarga sakinah dan mencetak anak saleh di tengah gersangnya tanah Makkah melalui kesabaran serta doa yang tak putus-putus. Poin kedua, Nabi Ibrahim mencontohkan potret pemimpin visioner yang berhasil mengawinkan nilai keimanan dengan kesejahteraan materiil masyarakat. Melalui doa, beliau memohon agar kota Makkah dianugerahi keamanan dan kemakmuran (gemah ripah loh jinawi), sebuah cetak biru yang menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan seorang pemimpin adalah mampu menjamin rasa aman dan pemenuhan pangan rakyatnya atas dasar ketakwaan.

Puncak dari khutbah ini menyentuh aspek ketakwaan mutlak dan kepasrahan total tanpa tapi, yang digambarkan melalui kisah perintah penyembelihan Nabi Ismail AS. Ujian mahaberat yang dilalui Nabi Ibrahim dengan keikhlasan penuh ini menjadi tamparan keras bagi umat Islam modern yang masih sering menggerutu, mengeluh, dan merasa berat saat menjalankan ibadah wajib seperti salat dan puasa. Padahal, syariat kurban dan ibadah haji merupakan tradisi penyempurnaan rukun Islam yang mengajarkan nilai ketawaduan seorang hamba. Khutbah ini kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah ditakdirkan untuk bisa beribadah haji serta berkurban, sehingga amalan tersebut dapat menjadi pembela dan saksi kebaikan di hadapan Allah SWT kelak.

 

Penulis: Citra Cantika Nurwindya

Fotografer: Serafina Fairiz zahro

AL-HIKAM Pondok Pesantren Al-Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.
© 2016 - 2026 Pesantren Al-Hikam Malang Follow Pesantren Al-Hikam Malang : Facebook Twitter Linked Youtube