Al-Hikam (AMC.) – Gagasan sederhana tentang "media tanpa kertas" yang dicetuskan almarhum KH. Hasyim Muzadi puluhan tahun lalu, kini tumbuh menjadi salah satu media keagamaan digital terdepan di Indonesia. Rekam jejak perjuangan itulah yang menjadi benang merah dalam Campus Media Sharing Session bertajuk "Jejak Perjuangan, Arah Masa Depan: Dari Pemikiran KH. Hasyim Muzadi hingga Peran Media Masa Kini" di Auditorium Lt. 2 IAI KH. Ahmad Hasyim Muzadi, Sabtu (31/10/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Pemimpin Redaksi (Editor-in-Chief) NU Online, Ivan Aulia Ahsan, membagikan kisah di balik layar perjalanan media resmi Nahdlatul Ulama tersebut. Berawal dari mimpi Abah Hasyim saat baru menjabat Ketua PBNU, di saat masyarakat masih asing dengan internet, ide tersebut direalisasikan pada tahun 2003. Kini, konsistensi itu membuahkan hasil. NU Online sukses meraih AMSI Award untuk kategori inovasi engagement, menjadi media ormas pertama yang terverifikasi Dewan Pers, hingga bertengger di peringkat dua dunia sebagai situs Al-Qur'an.
Tak hanya soal media, Ivan juga merefleksikan keteladanan KH. Hasyim Muzadi yang merintis kepemimpinan dari bawah. Pengalaman berorganisasi dari tingkat Ranting, Ansor, PCNU, PWNU Jatim, hingga PBNU membuat beliau sangat memahami akar rumput. "Abah Hasyim bahkan tetap bersedia hadir mengisi materi MAPABA PMII UI yang kala itu pesertanya tidak sampai 15 orang. Kerendahan hati dan humor khas beliaulah yang membuat pergerakan NU selalu hidup," kenang Ivan.
Sesi sharing sore itu tidak sekadar menjadi ajang transfer ilmu jurnalisme, melainkan sebuah pengingat akan warisan perjuangan. Di balik layar digital dan lalu lintas berita NU Online hingga hari ini, ada jejak langkah KH. Hasyim Muzadi yang pernah merintis segalanya dari bawah dengan kesederhanaan dan humor yang menghidupkan. Kehadiran Pemimpin Redaksi NU Online di mimbar Auditorium IAI KH. Ahmad Hasyim Muzadi seolah menyambungkan kembali benang merah sejarah itu, bahwa inovasi media hari ini adalah buah dari visi besar seorang ulama, dan tugas generasi mudalah untuk terus menjaga nyalanya dengan karya yang kritis, jujur, serta berpihak pada rakyat.

Menutup pemaparannya, Pemred NU Online ini menekankan pentingnya esensi jurnalisme masa kini. Menurutnya, tugas utama jurnalis adalah menyuarakan kegelisahan publik secara kritis dan berimbang. Ia berpesan agar para calon jurnalis muda tidak hanya menguasai fondasi 5W+1H dan jenjang uji kompetensi wartawan, tetapi juga mewarisi keberanian berinovasi demi kemajuan umat dan bangsa.
Reporter: Citra Cantika Nurwindya
Fotografer: Media IHM Campus

Pondok Pesantren Al-Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.