Al-Hikam (AMC.) – Sebanyak 89 santri kelas 6 Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor 2 menyambangi Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang untuk menggelar sarasehan bersama pengasuh pesantren dan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Malang pada, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali para santri gontor dengan pengalaman praktis sebelum terjun ke masyarakat.
Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Drs. K.H. Moh. Nafi’, menyambut baik kunjungan silaturahmi intelektual ini. Beliau menegaskan bahwa antara Pesantren Al-Hikam dan Pondok Modern Darussalam Gontor memiliki keterkaitan yang sangat erat, baik secara historis maupun sanad keilmuan.
"Santri KMI harus mampu menjadikan nilai-nilai Panca Jiwa sebagai kunci utama dalam membuka dan mengoptimalkan seluruh potensi diri, sehingga dapat meraih kesuksesan dan memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa di masa depan," tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor 2, Ust. Suwito Djemari, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi para santri tingkat akhir. Menurutnya, Rihlah Iqtisodiyah dirancang sebagai sarana untuk mengenalkan santri kelas 6 KMI kepada elemen masyarakat secara langsung.
"Kegiatan ini sekaligus menambah khazanah keilmuan, wawasan sosial, dan pengalaman praktis sebagai bekal kehidupan di masa mendatang," ujar Ust. Suwito dalam sarasehan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, rombongan santri ini didampingi oleh 13 ustadz. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok perjalanan (rihlah) dengan destinasi berbeda, di mana Kelompok 1 menuju Yogyakarta dan Kelompok 2 dengan tujuan Malang.
Acara sarasehan berlangsung khidmat dengan dialog interaktif antara santri, pengasuh, dan alumni Gontor yang tergabung dalam IKPM Malang, memperkuat jejaring ukhuwah antar-lembaga pendidikan Islam.
Reporter: Ahmad Maulana Irsyad
Editor: Muh. Noaf Afgani
Fotografer: Khoirul Mahmudi

Pondok Pesantren Al-Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.