Al-Hikam (AMC.) - Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang secara resmi membuka program Pengabdian Masyarakat (DIMAS) 2026. Acara pembukaan dan penyerahan santri sulung angkatan 2022 (Pandawa) ini dipusatkan di Masjid Baiturrahim, Dusun Simpar Selatan, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Kamis (11/6/2026) malam yang mengusung tema besar "Mengabdi dengan Ilmu, Beramal dengan Nyata: Ikhtiar Santri Menuju Kemandirian".
Rangkaian acara seremonial dimulai pada pukul 19.30 WIB (ba'da Isya') yang diawali dengan rutinitas pembacaan selawat bersama warga setempat. Tampak para santri hadir dengan seragam rapi mengenakan kemeja cokelat, bersarung, dan berpeci hitam, berbaur bersama masyarakat desa.
Kepala Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Ustadz Nur Kholis, dalam sambutannya saat menyerahkan para santri, menyampaikan bahwa program pengabdian ini merupakan kegiatan turun-temurun pesantren yang diamanahkan kepada santri sulung (santri tingkat akhir). Beliau menjelaskan bahwa program kali ini berbasis masjid, dengan harapan para santri dapat belajar secara langsung terkait tata kelola madrasah serta dinamika sosial masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana DIMAS 2026, Riski Munshif, mewakili panitia mengucapkan terima kasih kepada perangkat desa, pihak kecamatan, dan organisasi kepemudaan yang telah menerima para santri. Riski menegaskan bahwa orientasi pengabdian ini sejalan dengan motto Pesma Al-Hikam, yakni 'Kesiapan Hidup'. Melalui program ini, santri dituntut untuk mampu berbaur, berdialog, bermasyarakat, dan belajar bersosial secara riil di lapangan.
Kehadiran para mahasiswa santri ini disambut hangat oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Kepala Desa Wringinanom, Bapak Muslimin, dalam sambutan balasannya memaparkan bahwa 99 persen warga di desanya adalah muslim. Ia juga menyampaikan kebanggaannya bahwa Wringinanom saat ini mendapat undangan sebagai salah satu dari delapan desa wisata tingkat internasional, sehingga kehadiran santri diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi desa.
Apresiasi tinggi juga datang dari Presiden Republik Gubug, Gus Irul. Tokoh pemuda setempat ini mengungkapkan bahwa pihaknya telah menanti selama 11 tahun keberadaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kalangan santri di wilayahnya. Beliau berharap kehadiran para mahasiswa yang sekaligus santri ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, sekaligus menumbuhkan kebanggaan bahwa menjadi santri itu "keren". "Selama bisa bergerak bermasyarakat, mari mengabdi," pesannya.
Reporter: Muh. Noaf Afgani
Fotografer: Khoirul Mahmudi

Pondok Pesantren Al-Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.