Al-Hikam (AMC.) - Lebih dari 300 santri Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang menggelar kegiatan istighosah dan doa bersama yang dipusatkan di Masjid Al-Ghozali, Jalan Cengger Ayam, Kota Malang, pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan religius ini dilaksanakan secara khusus sebagai wujud solidaritas dan kepedulian para santri untuk mendoakan kesembuhan suami dari Prof. Stella Christie, Ph.D. yang saat ini tengah membutuhkan dukungan agar segera sembuh. Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut diikuti oleh seluruh mahasantri yang bermukim di pesantren yang didirikan oleh almarhum K.H. A. Hasyim Muzadi tersebut.
Kegiatan istighosah dimulai selepas pelaksanaan salat berjamaah, di mana para santri tidak langsung beranjak, melainkan tetap duduk rapi membentuk saf-saf yang teratur. Suasana di dalam masjid tampak begitu tenang dan hening, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam. Para santri yang mengenakan busana muslim bernuansa putih dan peci hitam tampak menundukkan kepala, memusatkan pikiran dan hati untuk bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Inisiatif untuk menyelenggarakan doa bersama ini muncul sebagai respon spontan dari kepedulian keluarga besar Pesantren Mahasiswa Al-Hikam. Hubungan baik antara institusi pendidikan, para guru besar, dan akademisi dengan lingkungan pesantren menjadi landasan kuat terselenggaranya kegiatan ini. Bagi para santri, mendoakan guru, kerabat guru, atau orang-orang yang berjasa dalam dunia pendidikan merupakan bagian dari adab dan etika yang diajarkan dalam kurikulum pesantren sehari-hari.
Prof. Bartek Czech, merupakan figur yang dihormati di lingkungan akademik. Kabar mengenai kondisi kesehatan beliau memantik empati dari para pengurus dan santri. Oleh karena itu, istighosah ini tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah semata, melainkan juga sebagai manifestasi dari nilai ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia) yang ditanamkan secara kuat di Pesma Al-Hikam.
Solidaritas yang ditunjukkan oleh santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang ini memberikan pesan positif tentang pentingnya empati di era modern. Di tengah kesibukan akademik mereka sebagai mahasiswa, para santri tetap meluangkan waktu untuk peduli dan berbagi doa bagi orang lain. Hal ini selaras dengan visi pesantren mahasiswa yang ingin mencetak intelektual yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan sosial yang mumpuni.
Penulis: Muh. Noaf Afgani

Pondok Pesantren Al-Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.