header-int

Sadar Literasi Digital, Santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang Hadiri Diskusi Publik Komdigi

Kamis, 12 Feb 2026, 12:32:00 WIB - 403 View
Share
Sadar Literasi Digital, Santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang Hadiri Diskusi Publik Komdigi

Al-Hikam (AMC.) - Sejumlah santri dari Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang turut serta dalam diskusi publik bertajuk CommuniAction yang diselenggarakan oleh IndonesiagoId bersama Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementrian Komunikasi dan Digital. Bertempat di Ascent Premiere Hotel and Convention, Malang, pada Rabu (12/2/2026), delegasi santri ini hadir untuk mendalami dinamika keamanan bagaimana etika digunakan dalam ruang digital.

Partisipasi santri Al-Hikam sendiri dalam forum nasional ini menjadi bukti nyata bahwa kaum santri tidak menutup mata terhadap perkembangan teknologi. Mengusung tema besar "Anak di Dunia Digital: Aman atau Sekadar Diawasi?", kehadiran mereka menegaskan posisi santri sebagai agen perubahan yang siap mengawal moralitas di dunia maya.

Dalam forum yang mengusung konsep pentahelix tersebut, para santri berkesempatan menyimak paparan langsung dari narasumber ahli. Di antaranya adalah Reza Ahcmad Maulana (Praktisi Public Reliationship) yang membahas aspek teknologi informasi, Naning Pudji Julianingsih (Child Protection Specialist UNICEF) yang membedah standar perlindungan anak internasional. Serta Hari Obbie, sebagai konten kreator sekaligus sosial media spesialis.

Keterlibatan santri dalam diskusi ini dinilai strategis, mengingat peran mereka sebagai calon pendidik dan dai di masa depan. Materi yang disampaikan, seperti pencegahan perundungan siber (cyberbullying) dan perlindungan data pribadi, sangat relevan untuk diintegrasikan dengan nilai-nilai akhlak yang selama ini diajarkan di pesantren.

Keikutsertaan delegasi Pesantren Mahasiswa Al-Hikam ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi lingkungan pesantren lainnya untuk semakin melek digital. Dengan bekal pemahaman yang didapat dari acara CommuniAction, para santri diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang tidak hanya aman, tetapi juga bermartabat dan penuh manfaat.

Sejumlah santri dari Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang turut serta dalam diskusi publik bertajuk CommuniAction yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia. Bertempat di Ascent Premiere Hotel and Convention, Malang, pada Rabu (12/2/2026), delegasi santri ini hadir untuk mendalami dinamika keamanan bagaimana etika digunakan dalam ruang digital.

Partisipasi para santri dalam forum nasional ini menjadi bukti nyata bahwa kaum santri tidak menutup mata terhadap perkembangan teknologi. Mengusung tema besar "Anak di Dunia Digital: Aman atau Sekadar Diawasi?", kehadiran mereka menegaskan posisi santri sebagai agen perubahan yang siap mengawal moralitas di dunia maya.

Dalam forum yang mengusung konsep pentahelix tersebut, para santri berkesempatan menyimak paparan langsung dari narasumber ahli. Di antaranya adalah Reza Ahcmad Maulana (Praktisi Public Reliationship) yang membahas aspek teknologi informasi, Naning Pudji Julianingsih (Child Protection Specialist UNICEF) yang membedah standar perlindungan anak internasional. Serta Hari Obbie, sebagai konten kreator sekaligus sosial media spesialis.

Keterlibatan santri dalam diskusi ini dinilai strategis, mengingat peran mereka sebagai calon pendidik dan dai di masa depan. Materi yang disampaikan, seperti pencegahan perundungan siber (cyberbullying) dan perlindungan data pribadi, sangat relevan untuk diintegrasikan dengan nilai-nilai akhlak yang selama ini diajarkan di pesantren.

Keikutsertaan delegasi Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi lingkungan pesantren lainnya untuk semakin melek digital. Dengan bekal pemahaman yang didapat dari acara CommuniAction, para santri diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang tidak hanya aman, tetapi juga bermartabat dan penuh manfaat. (af)


Reporter: Muh. Noaf Afgani
Fotografer: Gabrielle A. Maszatu

AL-HIKAM Pondok Pesantren Al-Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992. Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.
© 2016 - 2026 Pesantren Al-Hikam Malang Follow Pesantren Al-Hikam Malang : Facebook Twitter Linked Youtube